//
you're reading...
Komputer dan Perangkat Lunak, Kriminal, Tokoh

Akhir Petualangan Seorang Hacker Jenius

Owen Thor Walker/Telegraph

Owen Thor Walker/Telegraph

Anda tentu masih ingat Owen Thor Walker, bukan? Dia seorang hacker jenius dengan julukan “Akill”, masih remaja berusia 18 tahun asal Selandia Baru. Selain Akill, dia juga menjuluki dirinya dengan “Snow Whyte” atau “Snow Walker”. Jaringan dia kendalikan dengan menggunakan server di luar Selandia Baru, terutama dari Malaysia. Walker adalah seorang programmer komputer otodidak yang telah berhasil menciptakan perangkat lunak berupa virus computer yang dapat mengakses nama serta membaca sandi pengguna internet. Virus ini sangat istimewa dan unik karena benar-benar terlindungi dengan baik sehingga tidak dapat dideteksi oleh perangkat lunak anti virus yang ada saat ini.

Sialnya hasil karya Walker ini telah dimanfaatkan oleh sekelompok pelaku kriminal untuk menembus dan mencuri data pribadi sekitar 1,3 juta pengguna internet di seluruh dunia. Setelah berhasil masuk, mereka mulai mengirim virus, membaca data pribadi, lalu membobol rekening bank atau kartu kredit korbannya sehingga menimbulkan kerugian sebesar US$ 20,59 juta. Walker sendiri mengaku tidak terlibat secara langsung dalam kejahatan ini, dia hanya menerima sejumlah US$ 31.000 sebagai imbalan atas program virus yang dia rancang. Bila dikonversi ke rupiah, jumlah yang diterima Walker hanya Rp 310 juta jauh lebih kecil dibanding jumlah yang diraup oleh para pencoleng itu senilai lebih kurang Rp 210 milyar!

Tindakan kejahatan kelompok hacker ini mulai meresahkan pengguna internet, terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Puncaknya ketika suatu serangan yang melibatkan 50.000 komputer menyusup dan mengacaukan server komputer milik Universitas Pennsylvania di Amerika Serikat pada 2006. Investigasipun segera dilakukan oleh FBI bekerjasama dengan pihak berwenang Belanda serta polisi Selandia Baru. Pada Nopember 2007, Walker─saat itu masih sekolah dan berusia 16 tahun─ ditangkap dan ditahan dengan tuduhan menjadi otak dari jaringan kejahatan komputer internasional, mengacak-acak lebih kurang 1,3 juta komputer dan menggerogoti jutaan dollar dari rekening bank para korban.

Dalam sidang pengadilan tinggi di Hamilton Selandia Baru, Walker telah mengaku melakukan 6 jenis kejahatan komputer sehingga terancam hukuman maksimum 7 tahun penjara. Tetapi vonnis yang dijatuhkan oleh hakim ternyata berkata lain. Walker hanya disuruh membayar denda sebesar US$ 10.000 atas kerusakan yang dia buat pada komputer milik Universitas Pennsylvania serta memaksa dia untuk menyerahkan asset yang berkaitan dengan komputer miliknya ke polisi. Dalam sidang terungkap bahwa disamping jenius, Walker ternyata seorang penderita Asperger’s Syndrome yakni sejenis penyakit autis dalam bentuk ringan. Inilah yang mendasari vonnis hakim sehingga Walker luput dari pidana penjara.

Nasib Walker selanjutnya pasca persidangan membuat kita terheran-heran. Penegak hukum disana rupanya amat kagum dengan keampuhan program virus buatannya sehingga mereka berusaha untuk mengamankan keahlian anak muda ini serta berniat untuk menggunakannya pada sisi hukum yang benar. Para investigator internasional juga beranggapan sama. Mereka menilai program virus buatan Walker merupakan suatu karya paling canggih yang pernah mereka temukan. Dan, Walker benar-benar bernasib mujur ketika muncul sekelompok orang yang bersedia membantu untuk melunasi denda serta kerugian materi lain akibat perbuatannya sehingga dia benar-benar terbebas dari segala tuduhan.

Akhir petualangan Walker─seorang hacker jenius yang autis─berakhir dengan happy ending. Dia akhirnya dipekerjakan oleh TelstraClear─sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Selandia Baru─menjadi konsultan keamanan cyber di perusahaan itu. Walker dianggap memiliki kemampuan untuk membantu eksekutif senior serta pelanggan memahami ancaman keamanan dari pelaku cybercrime yang dapat menyerang jaringan mereka. Memang seorang jenius seperti Walker lebih bermanfaat apabila dirangkul dan diajak bekerjasama ketimbang memasukkan dia ke bui yang malah bisa memperparah serta meningkatkan kadar kejahatannya. Tambahan lagi, dia hanya seorang penderita autis yang layak untuk diberi perhatian.

Sumber : news.com.au, telegraph.co.uk, warungmp3.com, bbc news, herald sun, dan softpedia

Diskusi

2 thoughts on “Akhir Petualangan Seorang Hacker Jenius

  1. wwaaahhh…
    Jenius bgt th ank,,,
    Walau rada autis,tp hebat…
    Salut dh..

    Posted by Hanster | 5 September 2009, 14:43
    • halo hanster, gimana kabar?
      sorry baru bisa balas sekarang.
      dia memang rada auitis, tapi jenius. cuma dia sudah enak sekarang,
      ditawari kerja bagus oleh perusahaan telkom disana.
      trims atas kunjungannya…

      Posted by Elsen21Bethamar | 29 September 2009, 00:55

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: