//
you're reading...
Geografi dan Lingkungan

Danau Buatan di Padang Pasir

Turkmenistan/TravelPod

Turkmenistan/TravelPod

Turkmenistan─sebuah negara republik di Asia Tengah─ menyatakan kedaulatannya pada Agustus 1990 pasca pembubaran Uni Sovyet. Kini menjadi bagian dari Commonwealth of Independent States─ Persemakmuran negara-negara merdeka bergabung dengan negara-negara pecahan Uni Sovyet yang lain. Presiden pertama negara ini Saparmurat Niyazov, telah dinobatkan menjadi presiden seumur hidup oleh parlemen pada 1999. Niyazov terkenal dengan julukan “Turkmenbashi” yang berarti Pemimpin dari Seluruh Orang Turkmen. Selama

pemerintahannya, dia telah berusaha untuk membangun kultus pribadi melalui proyek-proyek mercu suar yang tidak ada manfaatnya bagi kesejahteraan rakyat.

Secara geografis, Turkmenistan berbatasan dengan Laut Caspia di sebelah Barat, Kazakhstan di Utara, Uzbekistan di Timur dan Iran serta Afghanistan di Selatan. Lebih kurang 90 persen dari wilayah negara ini terdiri dari gurun pasir. Gurun merupakan salah satu yang terluas di dunia dimana hampir sekitar 360.000 km² wilayah ini diselimuti oleh pasir. Kekeringan yang berkepanjangan sering menjadi pemicu persengketaan dengan negara tetangga seperti Uzbekistan  yang dibatasi oleh sungai Amu Darya. Sungai ini merupakan sumber air penting bagi kedua negara terutama Turkmenistan untuk mengairi ladang-ladang kapas yang merupakan penghasilan utama negara itu.

Presiden Saparmurat Niyazov meninggal dunia pada Desember 2006. Melalui pemilihan curang  serta diragukan kejujurannya, Kurbanguly Berdymukhamedov terpilih dan dilantik menjadi presiden  pada Pebruari 2007. Nominasinya menjadi presiden mengejutkan banyak pengamat karena orang yang berhak duduk di pos ini seharusnya  adalah  Ketua Dewan Rakyat Ovezgeldy Atayev. Namun pasca kematian Niyazov, Atayev menjadi subjek bagi suatu investigasi kasus kriminal sehingga dia dikarungkan. Setelah terpilih, Berdymukhamedov berjanji akan meneruskan kebijakan pendahulunya dengan sedikit perubahan, antara lain kebebasan untuk mengakses internet, pendidikan yang lebih baik dan usia pensiun yang lebih tinggi.

Sejak 2000 lalu, sebuah proyek raksasa─termasuk paling besar dan paling ambisius di dunia─telah di mulai untuk menciptakan sebuah danau yang cukup luas di tengah gurun. Dua buah kanal dibangun sehingga memisahkan negara itu menjadi dua bagian. Total biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek ini tidak kurang dari US$ 20 milyar atau Rp 200 trilyun. Kini pekerjaan memasuki tahapan akhir dan siap untuk  menyalurkan air sepanjang ribuan kilometer melalui gurun pasir.  Air nantinya dialirkan ke danau dari ladang-ladang kapas melalui ribuan saluran yang lebih kecil. Presiden Berdymukhamedov mengatakan, rencana “Danau Zaman Keemasan” ini menunjukkan  negara terlibat dalam pelestarian alam serta memajukan lingkungan.

Namun dibalik ambisi ini, tidak sedikit orang yang skeptis dan kuatir akan dampak dari proyek ini. Mereka beralasan air itu dipenuhi pupuk dan insektisida dan akan menguap dengan cepat. Para pecinta lingkunganpun mencemaskan air akan banyak hilang terserap oleh dasar gurun yang mudah dirembesi air. Disamping itu air juga banyak hilang akibat penguapan dalam temperatur tinggi membuat tanah akan dipenuhi garam. Diramalkan, Danau Zaman Keemasan akan segera berobah menjadi sebuah Laut Mati yang baru. Para analis juga kuatir jika Turkmenistan mencoba mendapatkan tambahan air segar dari Sungai Amu Darya. Tindakan ini bisa memicu sebuah perang karena Uzbekistan juga bergantung pada sungai itu untuk keperluan irigasi.

Tampaknya Presiden Berdymukhamedov sama sekali tidak terpengaruh dengan kekuatiran para pengkritik ini. Dia mengatakan sekitar danau nantinya akan ditumbuhi  bunga dan akan menarik bagi satwa liar sehingga mereka akan berdatangan. Disamping itu akan ada kesempatan untuk membuka lahan baru bagi pertanian. Air yang akan dialirkan ke danau juga akan dibersihkan terlebih dahulu dengan membangun peralatan penyaring air.  Dalam pidato peresmian dikatakan bahwa inisiatip untuk menyediakan air dan mengamankan lingkungan menunjukkan bahwa Turkmenistan sedang melakukan sebuah upaya besar untuk ikut memberikan kontribusi bagi pelestarian alam serta memelihara lingkungan hidup.

Sumber : BBC News, Infoplease.com, Travelpod

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: