//
you're reading...
Antariksa, Geografi dan Lingkungan, Sains dan Teknologi

Bencana Jupiter: Pengaruh Bagi Masa Depan Bumi

Minggu, 19 Juli 2009 lalu di Murrumbateman─sebuah kota kecil di Australia. Seorang astronom amatir bernama Anthony Wesley melaporkan dia telah melihat suatu peristiwa tengah  terjadi di planet Jupiter. Kejadian itu bermula sejak Jumat dini hari lalu saat  terlihat semacam parut berwarna hitam gelap tiba-tiba muncul di permukaan dekat kutub Selatan planet itu. Citra  ini hampir saja luput dari pengamatannya karena telah kelelahan mengawasi langit sepanjang malam. Menurut dia, kejadian itu kelihatan amat dekat dan nyata sehingga diputuskan untuk melanjutkan  pengamatan selama setengah jam lagi. Akhirnya setelah betul-betul yakin, ia melaporkan hasil observasi ini dalam situs yang segera ditanggapi oleh NASA di Amerika Serikat.

Saat laporan diterima, NASA tengah melakukan kegiatan pengecekan serta penyesuaian arah teleskop Hubble karena belum terkalibrasi secara  tepat pasca perbaikan dua bulan lalu. Sejak peluncuran perdana pada tahun 90-an silam, teleskop ini telah melanglang buana di jagad raya selama 19 tahun. Upaya perbaikan yang telah dilakukan pada Mei 2009 lalu telah berhasil memperpanjang usia penggunaan teleskop sehingga bisa  dipakai lagi untuk misi penjelajahan hingga 5-7 tahun mendatang.  Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari hasil kerja keras kru pesawat ulak-alik Atlantis yang khusus diluncurkan untuk keperluan itu. Sebuah kamera canggih baru bernama Wide Field Camera 3 (WFC3) telah dipasang dan siap untuk digunakan.

NASA segera menindaklanjuti laporan yang diterima dengan melakukan pengamatan dengan bantuan Hubble serta teleskop infra merah Gemini North milik Jet Propulsion Laboratory di Mauna Kea Hawaii. Dalam waktu tidak lama segera terungkap bahwa apa yang telah dilaporkan oleh Anthony Wesley ternyata tidak salah. Satu gambar  kerusakan parah berbentuk sebuah luka raksasa terlihat dengan jelas di balik selimut awan. Astronom NASA belum mengetahui apa yang menyebabkan luka tumbukan itu. Namun hampir bisa dipastikan, sebuah objek liar berupa komet atau asteroid telah melesat dari antariksa lalu meluncur menerobos awan warna-warni Jupiter dan akhirnya menghantam permukaan planet di kawasan dekat kutub Selatan.

Citra dari area tumbukan yang dikirimkan oleh Hubble sangat jelas dan nyata.  Inilah gambar paling tajam yang pernah dikirim oleh Hubble selama missi luar angkasa. Hasil ini tentu tidak terlepas dari kinerja kamera WFC3 yang baru dipasang ketika menjalani  perbaikan. Selain itu, gambar yang diterima ini merupakan hasil observasi ilmiah pertama sejak Hubble diluncurkan pasca perbaikan oleh kru Atlantis dua bulan lalu. Pimpinan Space Science Institute─astronom Heidi Hammel─mengibaratkan peristiwa ini telah mengungkapkan suatu kekayaan data tak ternilai yang sangat menakjubkan. Gabungan citra yang dihasilkan oleh teleskop di bumi dengan Hubble akan mengungkapkan, apa yang terjadi dengan puing-puing bekas tumbukan itu.

Peristiwa ini merupakan kali kedua dialami oleh Jupiter dalam 15 tahun terakhir. Dunia bisa mengamati dengan jelas peristiwa sejak 16 sampai dengan 22 Juli 1994 ketika sisa-sisa komet Shoemaker-Levi 9 melesat dan membombardir planet itu tanpa henti. Peristiwa itu sendiri telah dapat diramalkan dan disimak dengan teliti jauh hari sebelumnya bakal terjadi. Lain dengan benturan yang baru saja terjadi, sama sekali tidak pernah diprediksi dan hanya bisa tertangkap oleh kamera secara tidak sengaja.  Ini jelas menimbulkan pertanyaan, kenapa kita tidak bisa melihat datangnya benturan itu serta bagaimana pula dengan kemampuan kita untuk mendeteksi kedatangan komet atau asteroid yang berpotensi pembunuh sebelum menghantam bumi?

Benturan yang terjadi di Jupiter kali ini menimbulkan lubang yang menganga selebar  8.000 Km atau setara dengan setengah Samudra Pasifik. Seandainya benda itu menghunjam di sana, air berikut isi samudra akan muncrat berkilometer ke atas serta membanjiri seluruh wilayah permukaan bumi. Efek berantai akan timbul seperti gempa bumi  dahsyat, orbit bumi tergesar dari posisi semula serta akibat lain yang mengerikan. Tim Hubble mengatakan, kekuatan benturan itu ribuan kali lebih kuat dibanding benturan Tunguska yang meluluhlantakkan kawasan hutan seluas 5.000 Ha di Siberia pada 1908. NASA beserta badan-badan lain telah membelanjakan jutaan dollar untuk menemukan serta menelusuri  ribuan objek luar angkasa yang berpotensi mendekati bumi.

Buat sebagian astronom, Jupiter merupakan sebuah vacuum cleaner pelindung bagi planet bumi sehingga nyaman untuk ditinggali. Massa serta gravitasi Jupiter yang sangat besar secara tidak langsung menjadi tameng yang melindungi bumi dari serbuan benda asing dengan cara menyedot masuk atau merubah arah serta melontarkannya ke arah lain menjauhi bumi. Menurut mereka, dalam benturan kali ini Jupiter telah melakukan tugas kosmisnya.  Sebaliknya ada juga berpendapat disamping pelindung, Jupiter juga berpotensi pembawa malapetaka. Tidak semua benda asing yang mendekat disedot atau dilontarkan menjauhi bumi. Ada juga yang semula mendekat tidak menuju bumi tetapi oleh Jupiter malah di lontarkan ke arah bumi.

Terlepas dari itu ancaman bahaya terbesar bagi bumi sebenarnya berasal dari asteroid. Pengaruh Jupiter tidak bisa menjamin bila benda ini melesat mendekati  bumi. Pada dasarnya kebanyakan asteroid ini tinggal dengan tenang dalam sabuk asteroid yang letaknya diantara planet Mars dan Jupiter. Adanya gaya tarik gravitasi dari kedua planet ini lambat laun akan mengacau benda-benda ini untuk bergabung ke salah satu planet.  Tetapi ada kalanya asteroid ini menubruk dan terpantul kembali ke arah bumi. Inilah yang terjadi pada peristiwa jatuhnya asteroid yang menimbulkan sebuah lubang selebar 1 mil dengan kedalaman 500 kaki di gurun pasir Arizona. Bisa jadi ini semacam oleh-oleh dari sang pelindung kita, Jupiter. Siapa tahu?

Sumber : Cosmig Log, HubbleSite, Space.Com, The New York Times, dan Kompas.com

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: