//
you're reading...
Kebudayaan, Opini

Adik, Kau Juga Sahabatku

.

.

saat malam kelam langit penuh bintang

berkedip nakal laksana menggoda dalam keheningan

jauh, jauh sekali

terbawa kenangan melayang kembali ke masa silam

dalam canda ria duka lara bersama adik tersayang

menghitung bintang-bintang

di balik bayangan kegelapan langit malam

upaya tiada guna

.

adik,

ingat saat kecil di kampung halaman

menapaki pahit getir kehidupan hari lepas hari

di tengah masa sulit yang membelit

melangkah pelan merambat tapi pasti

untuk sebuah kehidupan nanti

ya, nanti

.

saat taburan bintang beranjak seolah malu

menghentikan ceria diselimuti langit malam

sunyi, sunyi sekali

kini terbayang jalan membentang di depan

menjalani kehidupan jauh dari adik tersayang

mengatasi hambatan serta rintangan

silih berganti menyeruak siap menghadang

usaha tiada percuma

.

adik,

kini kita terpisah oleh ruang dan waktu

melewati suka duka kehidupan hari lepas hari

hidup dalam sebuah keluarga baru

sebuah harmoni isteri suami putera puteri

dalam sebuah kehidupan kini

ya, kini

.

adik,

kini kita jarang bersua

mengenang suka-duka nostalgia masa lalu

kini kau adalah adik

dan juga sahabatku

·

·

Surabaya, 1 Agustus 2009 – Ciptaan Farel M. Sinaga

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: