//
you're reading...
Ekonomi dan Bisnis, Komputer dan Perangkat Lunak, Sains dan Teknologi

Google: Strategi Hadapi Ancaman Microsoft dan Yahoo

Rencana Kerjasama

Persaingan antar produsen perangkat lunak raksasa kelihatannya semakin sengit. Microsoft  dan Yahoo telah sepakat untuk menjalin kerja sama saling hubung (on line) penjualan iklan selama 10 tahun ke depan untuk menghadapi Google─raksasa yang mendominasi pasar penjualan iklan dunia saat ini. Google kini  menguasai 65% pangsa pasar iklan lewat mesin pencari andalannya─Google, sedang Microsoft dan Yahoo berturut-turut hanya bisa menguasai   8,4% dan 19,6%. Sekalipun kerjasama berlangsung, pangsa pasar kedua perusahaan ini jelas masih kalah jauh dari Google dengan selisih 37%.

Kedua perusahaan─Microsoft dan Yahoo─menyatakan kesepakatan kerja sama setelah melalui perundingan yang cukup alot sejak beberapa bulan lalu. Pada Mei 2008 lalu  Microsoft bahkan telah pernah mencoba untuk membeli  Yahoo dengan menawarkan imbalan yang cukup menggiurkan sebesar US$ 47,5 milyar. Namun tawaran ini ditolak mentah-mentah oleh Jerry Yang─pimpinan Yahoo ketika itu. Penolakan ini tak ayal mengundang kritik dari para pemegang saham  karena dianggap telah melepas rezeki nomplok begitu saja. Pada 17 Nopember 2008  akhirnya Jerry Yang mundur selaku pimpinan karena merasa tidak bisa mengembangkan perusahaan itu lagi. Di pihak lain, upaya Yahoo untuk menjalin kerjasama dalam penggunaan mesin pencari iklan dengan Google juga gagal  terganjal oleh peraturan pemerintah setelah melakukan pengkajian secara mendalam.

Kini Microsoft menjadi semakin percaya diri pasca peluncuran mesin pencari baru─Bing pada Mei lalu. Mereka yakin, para pengguna internet yang menggunakan google selama ini akan beralih ke mesin pencari Bing dengan alasan  para pengguna internet ini menggunakan Google  semata-mata  karena dipaksa oleh suatu kebiasaan. Selama terikat dalam perjanjian, Microsoft dan Yahoo telah sepakat untuk menggabungkan teknologi yang yang mereka miliki, pembagian hasil yang sesuai, serta menjalin hubungan on line dalam penjualan iklan.

Optimisme akan keberhasilan pasca kerjasama timbul berdasarkan asumsi bahwa penggabungan teknologi canggih dan sesuai akan menghasilkan suatu keluaran yang relevan. Hasil yang relevan tentu akan menarik perhatian para  pengguna internet sehingga mereka akan datang berbondong-bondong sebagai pengguna baru. Semakin banyak pengguna internet tentu semakin banyak pula iklan yang akan diclick dan buntutnya akan mendatangkan uang  yang lebih besar bagi  perusahaan. Namun buat sementara waktu mereka harus bersabar  dulu karena rencana kerjasama ini masih harus menunggu persetujuan dari Menteri Kehakiman. Kini sedang dilakukan pengkajian, apakah rencana ini  sudah sesuai ketentuan atau tidak.

Reaksi dari Google

Bagaimana pula reaksi Google atas rencana kerjasama kedua perusahaan yang akan menjadi pesaingnya ini? Mereka ternyata tidak mau kalah dan menyerah begitu saja.  Sejak awal  sudah disiapakan satu strategi baru untuk menghadapi ancaman lawan-lawannya. Salah satu senjata pamungkas adalah rencana peluncuran perangkat lunak sistem operasi baru─Google Chrome buatannya sendiri. Kebanyakan sistem operasi yang beredar saat ini dikuasai produk buatan Microsoft  dan Apple. Google telah mulai giat  melakukan pendekatan pada para produsen perangkat keras serta meminta kesediaan mereka untuk memasang produk buatannya  sebagai salah satu alternatif. Peluncuran sistem operasi ini direncanakan akan bisa terealisasi  pada paruh kedua tahun 2010.

Saat ini Windows mendominasi 90%  pangsa pasar sistem operasi yang ada. Di bidang ini, Microsoft agaknya tidak punya lawan  yang setanding meskipun Windows sendiri mempunyai kelemahan yang seharusnya perlu mendapat perhatian. Windows selama ini dikenal rawan virus dan cara penggunaannyapun dianggap terlalu rumit. Berpegang pada kelemahan ini, Google bertekad untuk meluncurkan  Google Chrome, sistem operasi  yang jauh lebih cepat, lebih halus dan berbobot ringan. Aplikasi ini  nantinya merupakan sebuah open-source project sehingga terbuka luas bagi aplikasi pengembang lain yang berniat untuk  memanfaatkannya. Google percaya, para pengembang aplikasi ini secara tidak langsung akan berusaha untuk mengarahkan Chrome ke berbagai jenis personal computer yang beredar saat ini.

Setiap tahun Microsoft menjual sekitar 400 juta copy Windows ke berbagai produsen komputer di seluruh dunia. Rencana kemunculan Google Chrome bak guntur di siang bolong merupakan kabar buruk bagi Microsoft. Google telah mengumumkan secara resmi bahwa perangkat lunak Chrome akan diluncurkan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun.  Padahal sebagai penguasa pasar, Microsoft selalu mendapatkan US$ 45 dari setiap copy Windows yang terjual. Buat masa mendatang,  Microsoft bakal didera masalah baru dan nyata berkaitan dengan kelangsungan  hubungan dengan para pelanggan selama ini. Nanti para pelanggan ini akan bisa berdalih, kalau ada produk lain yang  diluncurkan tanpa biaya apapun  kenapa harus repot-repot menyediakan uang untuk mendapatkan barang dengan keperluan yang sama?

Google sudah terlibat pertarungan sengit dengan Microsoft selama bertahun-tahun. Berbagai cara telah dilakukan oleh Microsoft untuk menjauhkan Google dari para pelanggannya. Tindakan yang dilakukan antara lain mendesak pengguna Microsoft Windows untuk menggunakan MSN sebagai halaman situs, meluncurkan mesin pencari Bing sebagai saingan bagi Google, serta memasang internet explorer sebagai browser dengan melewatkan Google begitu saja. Google sendiri telah melancarkan balasan tahun lalu dengan meluncurkan browser Chrome yang langsung diminati oleh pengguna internet. Sampai saat ini, browser ini telah memiliki 30 juta pengguna di seluruh dunia.

Bagaimana akhir pertarungan kedua pesaing berat ini akan bisa terlihat tahun depan. Apabila rencana kerjasama antara Microsoft dengan Yahoo mendapat persetujuan pemerintah Amerika Serikat, berarti pertarungan  baru telah dimulai.Tetapi yang pasti, peluncuran Google Chrome kemungkinan akan menohok saingannya dengan telak. Besar kemungkinan pelanggan Microsoft akan beralih menggunakan Google Chrome dengan asumsi kualitas produk ini minimal bisa menyamai Windows yang ada saat ini. Bagi Microsoft atau barangkali Yahoo juga, rezeki nomplok yang semula diperkirakan bakal bisa diraih barangkali hanya akan sebatas angan-angan. Yang menguatirkan, posisi  saat ini bisa terancam apabila pelanggan lari ke Google sehingga penghasilan tahunan yang berasal dari penjualan 400 juta copy Windows terlepas dari tangan.

Selain Microsoft, Apple juga akan mengalami nasib sama dan menjadi korban kedua dari sepak terjang Google ini. Selama ini Apple memperoleh penghasilan sebesar US$ 999 dari setiap laptop yang terjual. Bila dibandingkan dengan  harga sebuah Netbook─laptop berharga murah─yang dijual oleh Google hanya sebesar US$ 300, berarti produk Apple jauh lebih mahal dengan selisih US$ 400.  Inilah ironi perusahaan Amerika, bukannya saling menyatukan kekuatan untuk menghadapi persaingan yang semakin tajam  dari luar seperti Cina dan India. Mereka malah saling gontok-gontokan di dalam negeri yang akhirnya merugikan mereka sendiri. Diperlakukan tidak adil, Google─yang dipenuhi oleh anak-anak muda jenius─ tentu saja tidak tinggal diam dan balas menyerang. Wah, seru!

Sumber : USA Today dan Reuters

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: