//
you're reading...
Aneh Tapi Nyata, Sejarah

Heboh Michael Jackson Dalam Arsip Stasi Jerman Timur

Pasca kematian pada 25 Juni 2009 lalu, cerita mengenai Michael Jackson semasa hidupnya yang belum diketahui oleh banyak orang mulai bermunculan satu demi satu. Salah satu cerita cukup menarik ketika Jackson mengadakan tour ke Berlin Barat─saat itu Jerman masih terpisah antara Barat dan Timur─pada 1988. Nah, apa yang menarik dengan ini?

Pada 18 Juni 1988 tepat pukul 2:52 waktu setempat beberapa mobil tiba di pos pemeriksaan Charlie di  sisi Berlin Barat dari Tembok Berlin. Para penumpangpun keluar dari mobil dan salah satu diantara mereka adalah Michael Jackson. Raja Pop ini ditemani oleh 2 orang kru TV Jerman Barat serta seorang wanita tanpa identitas─usia lebih kurang 25 tahun, tinggi 165 cm, potongan tubuh langsing. Kru TV segera mengambil gambar  Jackson pada pos pemeriksaan Charlie, lalu tiga menit kemudian dia dan rombongan pengiring menaiki tangga ke menara peninjau dan memandang serius ke arah Timur. Sebuah foto diambil dari sisi Jerman Timur lalu dimasukkan dalam laporan dua-halaman ke dalam berkas Stasi─polisi rahasia Jerman Timur.  Dalam foto dia kelihatan pakai jaket hitam ketat, tangan bersedekap, pakai kacamata hitam dan topi. Disebelahnya berdiri wanita tanpa identitas tadi dengan berkaca mata hitam dan blus tanpa lengan.

Sebagaimana terungkap kemudian, orang di Tembok Berlin tadi ternyata bukan si Raja Pop melainkan seorang mirip  dia khusus disewa oleh saluran TV Jerman SAT1 untuk keperluan siaran hari itu. Sejak Michael Jackson menolak untuk tampil dimuka umum di Berlin Barat, reporter SAT1 memutuskan untuk menyewa seseorang yang mirip lalu melihat bagaimana reaksi warga Berlin. Mereka menyewa mobil limousin dan body guard, lalu menipu warga, media lokal, dan bahkan Stasi─polisi rahasia Jerman Timur yang terkenal buruk reputasinya. Tipuan itu amat berhasil sebagaimana terungkap 20 tahun kemudian ketika file Jackson dalam berkas Stasi dibongkar dan tentu saja dengan gambar seludupan tadi.

Jackson mengadakan konser hari itu di Berlin Barat sebagai bagian dari festival tiga hari di sisi barat tembok Berlin. Dia sedang mempromosikan album Bad dan tampil pada hari yang sama dengan grup band Pink Floyd. Berdasarkan penelitian cermat atas catatan yang ada, Stasi menganggap ini merupakan salah  satu momen paling membahayakan bagi keamanan Jerman Timur. Selama beberapa minggu, pihak Jerman Timur telah berupaya untuk mencegah tarian moonwalk Jackson melintasi tembok Berlin yang bisa menjadi dinamit politik bagi para remaja di negara itu. Saat itu adalah hari-hari dimana  Prestroika mulai bergema, manakala tangan besi Uni Sovyet sedang mengalami keruntuhan  di negara-negara Eropah Timur dan Presiden Uni Sovyet Mikhail Gorbachev akan menjadi sumber pengharapan bagi para pejuang reformasi di Barat maupun Timur.

Stasi telah diberi arahan untuk tidak mengulang berbagai peristiwa pada tahun sebelumnya  ketika warga Jerman Timur datang beramai-ramai mendekati tembok untuk mendengar konser Genesis, David Bowie, dan Eurythmics di Berlin Barat. Ketika band dimainkan, orang ramai meneriakkan “Gorby, Gorby” dan “Down with the Wall” hingga akhirnya mereka didiamkan oleh satuan keamanan dengan memukuli pakai tongkat seraya menangkapi dan menahan beberapa orang. Tidak lama setelah itu, Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan menyampaikan pidato yang terkenal  sampai sekarang di Bradenburg Gate, yang menyerukan agar Gorbachev “meruntuhkan tembok pemisah” itu.

Rincian dalam laporan Stasi memberi kesan bahwa kesediaan para promotor Barat, sponsor pertunjukan, dan manajemen Jackson lebih dari hanya sekedar mengakomodasi kepentingan Jerman Timur. Dalam satu rapat persiapan pajabat Stasi pada 4 Mei 1988,  Stasi mencatat adanya diskusi dengan pimpinan perusahaan di Jerman Barat yang mengorganisir pertunjukan itu. Menurut laporan itu, penyelenggara bekerjasama dengan pihak manajemen Jackson bersedia untuk membangun pentas pada ketinggian tertentu agar bisa terlihat dari Unter der Linden─sebuah bulevard pada sisi timur dari Bradenburg Gate─seraya mengatur posisi pengeras suara sehingga bisa terdengar dari kejauhan. Rencana itu juga meliputi penyiaran konser Jackson itu pada sebuah pentas di Jerman Timur dengan masa tunda dua menit, sehingga Jerman Timur mempunyai waktu untuk mengamati rekaman video pertunjukan sebelumnya sebelum disiarkan setelah yakin bersih dari komentar politis yang tidak diinginkan. Keinginan yang mendorong promotor untuk bekerja sama dengan Jerman Timur kemungkinan disebabkan konser itu disponsori oleh Coca-Cola yang punya kepentingan untuk memelihara kelancaran hubungan antara Timur-Barat.

Pada 20 Juni 1988 radio Deutsche Press Agentur di Jerman Barat menyiarkan sebuah kelompok massa terdiri dari 5.000 orang berkumpul di sisi timur dari Tembok─juga tercakup dalam berkas Stasi. Diberitakan beratus orang  dari satuan keamanan Jerman Timur menyerbu massa pada pagi buta beberapa jam setelah konser, ditaksir lebih kurang 30 orang telah ditahan. Di pihak lain konser itu mengecewakan banyak orang karena kendati sudah bersusah payah mendekat ke Tembok,  ternyata mereka tidak bisa mendengar apapun dari balik sana. Ilko-Sascha Kowalczuk seorang sejarawan pada dinas pemerintah yang menyimpan arsip Stasi saat ini, masih berusia belasan tahun pada 1988 dan bekerja sebagai penjaga pintu di Jerman Timur. Dia penggemar fanatik Pink Floyd dan memutuskan mendekat cukup dekat ke ke Tembok untuk mendengar konser. Dia terluka ketika menyusup melewati jalan-jalan belakang ke arah sebuah bangunan dekat Tembok dan memanjat ke atap melalui jendela di loteng bangunan itu. Namun, usahanya sia-sia karena hampir tidak dapat mendengar suara apapun dari atas padahal sudah berada dekat sekali dengan Tembok sedang  Reichstag dapat terlihat dengan jelas.  Dia menduga angin bertiup dari arah yang salah.

Agaknya sulit untuk menerima dan membenarkan ketakutan Stasi pada Michael Jackson. Tetapi yang jelas, bekas pos pemeriksaan Charlie kini telah berobah menjadi sebuah museum, Tembok Berlin telah lenyap, dan Berlin Mitte yang merupakan pusat kota telah dikembalikan ke penjaga toko, restoran dan kantor. Bisa jadi kekuatan musik pop telah terlibat secara tidak langsung dalam semua perobahan ini.

Sumber : TIME (terjemahan bebas)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: