//
you're reading...
Komputer dan Perangkat Lunak, Opini, Ruang Santai

Prinsip Dasar Pertemanan Sesama Pengguna Facebook

Kini internet tidak terbilang barang mewah lagi. Disamping harga semakin murah, sarana untuk menggunakan juga semakin ringan dan gampang dibawa kemana-mana. Dahulu kalau mau jelajah dunia maya kita harus diam dalam satu ruangan, dimana personal computer terpasang─atau buat sebagian orang harus pergi ke warnet. Sekarang dengan adanya laptop juga ponsel tertentu yang bisa internetan, orang bisa menjelajahi dunia maya dimana dia suka sepanjang tidak melanggar aturan atau mengganggu orang lain.

Banyaknya jejaring sosial saat ini seperti My Space, Friendster, Facebook dan lain sebagainya membuat pengguna internet tidak lagi pandang usia. Tentu ada batas usia  tertentu yang dibolehkan menjadi pengguna, yakni orang yang dianggap telah bisa bertanggung jawab secara hukum atas apa yang telah dia tulis, kirim atau komentari.  Tetapi, tampaknya batasan inipun tidak seketat yang diperkirakan. Untuk mendapatkan alamat email, yang dituntut oleh penyedia saat pengisian formulir registrasi hanya kejujuran calon pengguna. Tidak ada keharusan untuk membuktikan apa-apa yang telah diisi sudah benar atau tidak.

Facebook merupakan satu raksasa jejaring sosial terbesar saat ini. Usianya baru memasuki tahun kelima sejak didirikan pada 2004 lalu tetapi jangkauannya sudah menggurita kemana-mana. Dari hanya sejumlah 1.200 orang  mahasiswa Universitas Harvard yang menjadi anggota pada saat berdiri, kini sudah memiliki 200 juta lebih pengguna aktip di seluruh dunia. Kini setiap pengguna tidak perlu lagi bersusah payah untuk membalik-balik kamus bahasa Inggris karena aplikasi perangkat lunak ini telah diterjemahkan kedalam 64 bahasa. Kalau sudah begini, siapa yang tidak tergiur untuk menjadi pengguna baru Facebook?

Berbagai kemudahan yang diberikan oleh Facebook membuat jejaring ini disenangi banyak orang. Saat registrasi kita tidak perlu membayar apapun. Kita hanya perlu mempersiapkan saluran telepon─kini sudah banyak yang menggunakan wireless yang prabayar maupun pascabayar─, komputer atau telepon selular yang bisa internet. Selain itu, kita tidak harus pintar menggunakan komputer. Yang penting, bisa mengetik di keyboard, utak-atik mouse dan sedikit pengetahuan tentang menu-menu yang ada. Buat para Opa dan Oma yang keranjingan Facebook tentu bisa bertanya kepada anak atau cucu, apabila perlu suatu penjelasan.

Apabila kita telah terdaftar dalam satu komunitas pertemanan di Facebook, bagaimana tindakan selanjutnya? Sudah sepantasnya ada tindak lanjut karena  kemungkinan teman-teman akan bertambah terus. Teman-teman dari teman-teman kita kemungkinan besar akan menjadi teman kita. Sekali kita membuat teman baru tentu ingin agar pertemanan ini langgeng dan bermanfaat, tidak sekedar meramaikan monitor komputer saja. Bisa saja kita punya ratusan bahkan ribuan teman kalau kita mau. Tetapi kalau jumlahnya  sudah terlalu banyak, tentu waktu akan habis tersita hanya untuk membaca status teman-teman. Belum lagi memberi komentar atas status teman atau respon sebagai ungkapan terima kasih kepada orang yang mengomentari status kita.

Disamping keuntungan dengan berbagai kemudahan untuk berinteraksi dengan sesama pengguna, ternyata pengaruh Facebook juga bisa berdampak pada hubungan antar suami-isteri, muda-mudi yang lagi kasmaran, karyawan dengan majikan, anak buah dengan bos dan lain sebagainya. Seorang isteri yang kebanyakan browsing akhirnya kurang tidur. Akibatnya dia sering mengantuk sehingga pekerjaan di rumah sehari-hari menjadi terganggu. Anak-anak maupun suaminya pun tidak terurus lagi. Demikian pula dengan para suami, karena asyik facebookan perhatian pada keluarga akhirnya berkurang.

Namun pengaruh buruk dari Facebook tidak sebatas itu saja. Disamping gangguan fisik karena kurang tidur maupun kurang istirahat, keharmonisan hubungan suami-isteri atau muda-mudi yang lagi pacaran pun bisa terancam karena faktor kecemburuan. Dengan menjadi seorang pengguna Facebook berarti sebagian informasi pribadi atau foto kita bisa diakses dan dilihat oleh setiap orang yang telah berteman dengan kita. Bisa saja seorang mantan pacar yang merupakan cinta pertama ketika SMP atau SMA dulu secara tidak sengaja menjadi teman. Berbagai pengalaman indah pada masa lalu akan bermunculan. Lalu keduanya mulai curi-curi waktu dan kesempatan untuk saling kirim message  atau chatting. Coba kalau isteri atau suami seorang pencemburu, apa keharmonisan yang telah terjalin baik selama ini tidak menjadi berantakan?

Meskipun ada dampak merugikan, tentu tidak serta merta mematahkan semangat untuk menjadi seorang pengguna Facebook yang setia. Kita ambil sisi positipnya saja sebagai satu wadah untuk menjalin tali persaudaraan maupun pertemanan, baik dengan sanak keluarga kita sendiri maupun orang lain. Tentunya kita harus pandai-pandai dan selalu berusaha untuk menghindari apa saja yang bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga maupun hubungan dengan pacar. Tidak bisa dipungkiri bahwa disamping  menyejukkan, komentar seseorang atas status orang yang kita cintai─entah itu disengaja atau tidak─ kadang-kadang bisa memanaskan telinga. Dalam situasi seperti ini sebaiknya berhati-hati dalam merespon maupun bereaksi serta tidak sembarangan menuduhnya telah berbuat selingkuh.

Bagaimana sebaiknya agar tali pertemanan antar sesama pengguna Facebook langgeng dan selalu hangat? Sebenarnya ini tidak sulit dan hanya masalah sepele. Biasanya seorang pengguna suka dan sekali-sekali berharap, status atau foto yang dia kirimkan dikomentari oleh teman-temannya. Sering kita lihat, apabila ada komentar atas status seseorang, biasanya langsung direspon balik oleh pengirim status sebagai ungkapan rasa terima kasih. Bukti bahwa seorang pengguna ingin pendapat teman-teman tentang status maupun fotonya. Memang tidak ada keharusan untuk mengomentari status seseorang. Cuma kalau seorang pengguna merasa senang kalau statusnya dikomentari, mestinya dia juga melakukan hal yang sama terhadap temannya. Dalam hubungan ini terdapat komunikasi dua arah yang membuat tali pertemanan semakin hangat dan terpelihara.

Apabila ingin memberikan komentar hendaknya diungkapkan dengan niat baik dan tulus, bebas dari rasa keterpaksaan. Boleh jadi dalam hati seseorang jengkel tetapi tetap kasih komentar hanya sekedar basa-basi. Kebetulan pengirim status adalah orang yang harus dihormati sehingga ada perasaan tidak enak kalau tidak dikomentari. Apabila anda ingin  hubungan dengan sesama  pengguna Facebook tetap berjalan baik, berikan perhatian dengan sekali-sekali mengomentari status teman anda. Jangan sibuk melulu dengan status sendiri tanpa perduli dengan teman. Bisa-bisa teman-teman anda yang sebelumnya aktip mundur satu persatu. Anda akan tinggal sendirian, kesepian ditengah keramaian. Boleh jadi seorang teman selalu kasih komentar atas status anda seraya mengumpat di dalam hati. Tidak enak, bukan?

.

Surabaya, 5 September 2009 – Oleh Farel M. Sinaga

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: