//
you're reading...
Olah Raga, Ruang Santai

Vettel Juara Grand Prix Formula 1 Jepang

Trulli, Vettel, dan Hamilton/autosport.com

Trulli, Vettel, dan Hamilton/autosport.com

Sebagaimana diperkirakan sebelumnya, Sebastian Vettel asal Jerman dari tim Red Bull-Renault akhirnya berhasil menjadi juara di Sirkuit Suzuka Jepang. Vettel tiba paling cepat di garis finis mendahului lawan-lawannya setelah menempuh waktu 1:28:20,443. Tempat kedua ditempati oleh Jarno Trulli asal Italia dari tim Toyota dan Lewis Hamilton asal Inggris dari tim McLaren-Mercedes berhasil merebut tempat ketiga.

Lomba hari ini mirip Grand Prix Singapura pada minggu lalu, dimana Hamilton yang memulai start di posisi terdepan juga berhasil tiba di garis finis lebih dahulu. Namun kali ini Hamilton harus puas─meskipun sedikit kecewa─dengan hanya bisa menempati posisi ketiga. Dan Jarno Trulli dari tim Toyota sudah barang tentu memberi kesan tersendiri bagi warga Jepang, karena tim asal negaranya berhasil merebut tempat kedua dalam perlombaan ini.

Total jarak yang harus ditempuh dalam perlombaan sejak start sampai finis adalah 310,581 km. Dengan demikian sirkuit Suzuka─terletak di Suzuka City 30 mil jauhnya dari Nagoya, kota terbesar ketiga di Jepang─dengan keliling sepanjang 5,86 km harus ditempuh oleh setiap pembalap dalam 53 putaran.

Start dimulai pukul 14.00 waktu setempat. Begitu lampu merah dimatikan, perlombaan dimulai. Vettel melaju tanpa hambatan dibayangi ketat oleh Hamilton yang sebelumnya menempati grid di urutan ketiga. Trulli berada di urutan 3 dan dibelakangnya ada Heidfeld.  Pada Lap-2 posisi terdepan belum berobah. Vettel berhasil menempuh waktu tercepat pada Lap-3, 1 menit 34,661 detik.

Memasuki Lap-6 Vettel masih unggul 2,4 detik atas Hamilton. Lagi, pada Lap-8 Vettel berhasil menempuh waktu tercepat sehingga memperbesar jarak menjadi 2,9 detik dengan Hamilton. Hingga Lap-89 Vettel masih unggul. Kelihatannya hari ini betul-betul hari baik bagi anak muda asal Jerman ini. Pada Lap-19 Vettel masuk pit pertama.

Posisi terdepan pada Lap-20 adalah Rosberg, Vettel, Hamilton, Trulli, dan Heidfeld. Masuk Lap-22 Hamilton ada 3,9 detik dibelakang Vettel. Rosberg masuk pit pada Lap-23 dan Vettel kini ada di depan, unggul 4,3 detik atas Hamilton. Pada Lap-27 Vettel unggul 5 detik atas Hamilton sedang di tempat ketiga ada Trulli yang terus menekan Hamilton.

Pada Lap-30 unggul lagi 5,5 detik atas Hamilton yang terus dibayangi oleh Trulli dengan selisih waktu 2,6 detik. Vettel berhasil menempuh Lap-31 dengan waktu tercepat, 1:33,052 sehingga memperbesar jarak menjadi 6,1 detik dengan Hamilton. Hamilton masuk pit pertama pada Lap-38, kini Trulli ada di belakang Vettel. Pada Lap-41 Vettel masuk pit kedua dari posisi terdepan.

Pada Lap-42 Vettel unggul 8,4 detik dari Trulli dan dibelakang ada Hamilton dengan selisih waktu 2,3 detik. Lagi Vettel menempuh putaran tercepat 1:32,572  pada Lap-44. Pada Lap-46 Jaime Alguersuari dari tim Toro Rosso-Ferrari mengalami kecelakaan. Mobilnya lepas kendali hingga keluar dari jalur lalu menyeruduk ban-ban pengaman.  Toro Rosso rusak berat tetapi Alguersuari tampak keluar dari mobil tanpa cedera.

Kini di belakang mobil penyelamat ada Vettel, Trulli, Hamilton, Raikkonen, Rosberg, Heidfeld, Barrichello, dan Button. Puing bekas kecelakaan sedang dibersihkan dan ban-ban pengaman yang berserakan sudah disusun lagi. Tak lama mobil ambulan tiba, Alguersuari dibawa masuk kedalam lalu dibawa ke pusat kesehatan untuk pemeriksaan.

Pada Lap-50 mobil penyelamat masuk jalur pit dan lomba diteruskan lagi. Tampak Raikkonen membayangi Hamilton untuk merebut podium di tempat ke tiga. Vettel makin memperbesar jarak dan kini dia benar-benar sendirian. Posisi pembalap memasuki Lap-52 adalah Vettel, Trulli, Hamilton, Raikkonen, Rosberg, Heidfeld, Kubica, Barrichello dan Button. Akhirnya, Vettel tiba di garis finis dengan waktu tercepat dan berhasil menjadi juara di Jepang.

Grand Prix kali ini terbilang agak unik. Bagaimana posisi pembalap ketika start di depan seperti Sebastian Vettel, Jarno Trulli,dan Lewis Hamilton, begitu pula urutan mereka tiba di garis finis. Mereka melaju dengan konsisten sejak start sampai finis. Ketiganya tidak menyianyiakan hasil perjuangan yang telah mereka raih untuk mendapatkan posisi di grid  ketika sesi kualifikasi.

Bagi Vettel sendiri prestasi ini tentu merupakan suatu pendorong untuk melangkah ke pertandingan selanjutnya. Juga merupakan penawar atas kekecewaan yang dialami ketika mengikuti lomba di grand prix Singapura. Ketika itu podium sudah di depan mata ketika berusaha terus membayangi Hamilton yang unggul di posisi terdepan hingga lebih  dari separuh pertandingan. Namun, dia  terkena penalti karena melaju terlalu cepat ketika masuk pit sehingga mobil melewati garis pembatas keluar pit.

Sirkuit Suzuka Jepang / autosport.com

Sirkuit Suzuka Jepang / autosport.com

Jenson Button dan Rubens Barrichello kali ini tidak bisa berbuat banyak. Dalam sesi kualifikasi sebelumnya, mereka hanya bisa mendapatkan posisi start di tengah. Button menempati posisi di urutan 7 sementara Barrichello di urutan 5. Kesialan ini makin bertambah akibat terkena penalti karena mengabaikan aba-aba bendera kuning ketika Sebastien Buemi mengalami kecelakaan. Posisi mereka yang kurang menguntungkan diturunkan lagi masing-masing 5, Button menjadi  urutan 12 sementara Barrichello 10.

Bagi Mark Webber kesempatan untuk meraih juara musim ini hanya tinggal mimpi. Kini dia sudah semakin jauh tertinggal di belakang. Lomba kali ini betul-betul mimpi buruk bagi pembalap asal Australia ini. Kecelakaan  yang menyebabkan chasis mobilnya rusak berat ketika mengikuti sesi latihan bebas ketiga kemarin mengharuskan dia tidak bisa ikut sesi kualifikasi. Tidak ikut kualifikasi berarti dia harus rela menempati posisi start paling belakang.

Persaingan untuk merebut juara musim ini kini hanya tinggal pada 3 orang, yakni Button, Barrichello, dan Vettel. Kemenangan Vettel ini jelas merupakan lonceng tanda bahaya bagi Button. Semula saingan utama dia hanya Barrichello─rekan satu timnya di Brawn-Mercedes. Kini Vettel sudah semakin mempersempit jarak sementara pertandingan masih tersisa dua lagi buat musim ini. Kini Button masih unggul 14 poin atas Barrichello dan 16 poin atas Vettel.

Hingga saat ini dewi keberuntungan agaknya masih menyertai Button karena yang menjadi pemenang kali ini bukan Barrichello. Tetapi dalam dua pertandingan sisa, dia tidak boleh terlalu berharap bisa tertolong dari hasil perolehan pembalap lain. Bisa juara sekali lagi sudah cukup untuk mengantar dia menjadi juara tahun ini. Kalau tidak, dia harus siap untuk gigit jari karena Barrichello dan Vettel kini semakin bersemangat dan siap untuk merebut selagi masih ada kesempatan.

Hari ini betul-betul sangat indah bagi Sebastian Vettel, dan tentu saja bagi pembalap lain asal Jerman─Timo Glock, Nico Rosberg, Nick Heidfeld dan Adrian Sutil. Kini seluruh warga Jerman boleh bangga dan berbesar hati ketika lagu kebangsaan mereka bisa berkumandang lagi selepas pertandingan bergengsi ini, setelah menanti cukup lama. Demikian pula dengan Austria selaku konstruktor mobil Red Bull, lagu kebangsaan mereka turut diperdengarkan dalam upacara pemberian piala sore ini.

.

Sumber: autosport.com

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: