//
you're reading...
Olah Raga, Ruang Santai

Sebastian Vettel Juara GP Abu Dhabi

Vettel Abu Dhabi

Sebastian Vettel / autosport.com

Pembalap asal Jerman Sebastian Vettel dari tim Red Bull-Renault tampil sebagai juara GP Formula 1 yang berlangsung Minggu, 1 Nopember 2009 di sirkuit Yas Marina Abu Dhabi Uni Emirat Arab. Tempat kedua diraih oleh Mark Webber asal Australia, rekan satu timnya di Red Bull-Renault. Jenson Button—pembalap asal Inggris dari tim Brawn-Mercedes—tiba di garis finis setelah Webber dan berhasil meraih tempat ketiga.

Lomba dimulai pukul 14.00 waktu setempat dalam suasana udara cerah. Lewis Hamilton yang menempati posisi start terdepan (pole) langsung melesat begitu lomba dimulai. Vettel yang start dari  grid 2 terus membayangi Hamilton dan menempel secara  ketat dari belakang. Vettel dibayangi berturut-turut oleh Webber, Button, dan Barrichello. Kedudukan ini terus bertahan dan tidak berubah sampai putaran 20. Memasuki putaran 21, nasib malang menimpa Hamilton. Rem belakang kenderaan sebelah kanan rusak dan tidak berfungsi maksimal sehingga dia diharuskan mundur dari pertandingan. Tampaknya pihak McLaren-Mercedes tidak mau mengambil resiko untuk melanjutkan perlombaan setelah mempelajari kerusakan yang terjadi.

Setelah Hamilton keluar dari sirkuit, kini Vettel memimpin diikuti oleh Webber, Button, dan Barrichello. Rubens Barrichello—saingan  Vettel dalam perebutan juara dua dunia musim ini—kelihatan tidak memberikan perlawanan cukup berarti. Pertarungan sengit justru terjadi antara Webber dan Button untuk merebut tempat kedua. Kelihatan Button beberapa kali berupaya untuk mendahului lawan namun tidak berhasil. Posisi ini tidak berobah  hingga tiba di garis finis. Dalam lomba ini, Barrichello hanya bisa meraih posisi keempat dengan mendapat tambahan 5 poin. Agaknya dia harus puas menjadi juara tiga dunia di belakang Vettel yang mendapat tambahan 10 poin.

Dalam lomba ini Kimi Raikkonen dari tim Ferrari sebenarnya hanya butuh tambahan 2 poin untuk meraih juara lima dunia. Terlebih Hamilton saingan satu-satunya dalam perebutan kedudukan telah keluar dari sirkuit karena kenderaannya rusak. Namun sejak start dari grid 11, Raikkonen benar-benar  mati kutu dan tidak bisa berbuat banyak. Sepeninggal Hamilton, mestinya peluang dan  kesempatan telah terbuka lebar untuk meraih minimal posisi 7 agar bisa melampaui perolehan angka Hamilton. Tetapi usahanya sia-sia, dia hanya bisa mencapai garis finis di urutan 12 tanpa tambahan angka.

Kegagalan Raikkonen juga tidak terlepas dari perlawanan gigih yang diberikan oleh Heikki Kovalainen asal Finlandia, rekan satu tim Hamilton di McLaren-Mercedes. Sejak awal pelombaan terlebih setelah Hamilton mundur, Kovalainen terus menempel ketat dan tidak memberi ruang gerak bagi rekan senegaranya ini untuk meraih posisi dan mendapatkan tambahan angka. Tampaknya dia hanya ingin mengamankan kedudukan Hamilton maupun  McLaren-Mercedes selaku konstruktor agar tidak direbut oleh Raikkonen maupun Ferrari. Giancarlo Fisichella asal Italia rekan satu tim Raikkonen di Ferrari juga bernasib sama. Bahkan penampilannya  jauh lebih buruk, tiba di garis finis pada urutan 17—nomor dua dari belakang!

Yas Marina Abu Dhabi

Sirkuit Yas Marina / autosport.com

GP Formula 1 Abu Dhabi adalah seri grand prix terakhir untuk musim 2009. Para pembalap tingkat dunia telah menunjukkan kebolehannya masing-masing dalam 17 pertarungan sengit selama musim 2009 ini. Buat musim ini Jenson Button telah memastikan diri menjadi juara dunia usai perlombaan dua minggu lalu di GP Brazil. Tampilnya Mark Webber sebagai pemenang pada lomba itu telah memupuskan harapan Vettel untuk menyaingi Button dalam perebutan juara dunia. Begitu pula dengan Rubens Barrichello—pesaing utama Button. Petaka datang menimpa padahal kemenangan hanya tinggal menunggu waktu. Menjelang akhir perlombaan, kenderaannya mengalami pecah ban sehingga dia harus keluar dari  sirkuit.

Orang paling berbahagia dengan hasil akhir GP Formula 1 musim 2009 ini sudah barang  tentu Ross Brawn—orang Inggris pemilik Brawn-Mercedes. Tim ini dia bangun dari awal dengan modal pas-pasan setelah diambil alih dari tim Honda yang terpaksa melepasnya akibat hantaman krisis finansil global.  Namun terbukti tim yang dikemas dengan segala keterbatasan ini telah berhasil meraih juara dunia untuk dua kategori  sekaligus—pembalap maupun konstruktor. Barangkali Honda juga ikut merasa bangga karena tim yang pernah dia bangun berhasil tampil sebagai juara dunia.

.

Sumber: autosport.com

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: