//
you're reading...
Komputer dan Perangkat Lunak, Opini, Ruang Santai

Hai Facebooker, Apa Kabar?

Telah hampir dua tahun saya jadi pengguna Facebook. Namun, hingga saat ini  teman pengguna masih terbilang sedikit dibanding teman-teman lain. Pula, kebanyakan teman saya adalah anggota keluarga sendiri atau seseorang yang masih punya pertalian keluarga. Saya memang tidak terlalu antusias untuk menambah teman baru. Cuma kalau ada yang menambahkan saya menjadi teman, biasanya langsung saya confirm setelah membaca sekilas profile yang bersangkutan. Tujuan saya paling utama jadi pengguna adalah agar bisa berkomunikasi dengan anak-anak yang telah menjadi pengguna facebook jauh hari sebelumnya.

Semula saya buta sama sekali tentang eksistensi Facebook. Jaringan pertemanan satu-satunya yang saya tahu ketika itu hanya Friendster. Hingga suatu saat terbaca sebuah artikel mengenai Facebook maupun jaringannya yang telah menyebar keseluruh dunia . Melihat tampilan yang begitu sederhana dan cenderung minimalis, saya jadi tertarik. Hari itu juga langsung registrasi menjadi seorang pengguna. Cara mendaftarpun ternyata tidak sulit. Kita hanya diminta mengisi daftar sesuai tampilan di layar komputer, setelah itu selesai. Tidak perlu kartu identitas untuk membuktikan bahwa data yang diberikan benar atau tidak.

Dalam perkembangan selanjutnya, teman pengguna tidak lagi terbatas pada anak-anak atau keluarga. Teman mulai  bertambah dari lingkungan kerja atau korps, marga, daerah asal, anggota jemaat di gereja dan lain sebagainya. Dan yang tak kalah seru apabila ketemu teman semasa di SMA atau mahasiswa. Bisa bernostalgia lagi tentang peristiwa empat atau tiga dasawarsa lalu. Ternyata adik-adik saya beserta anak-anak merekapun ada yang telah ikut jadi pengguna. Apabila dihitung-hitung, dari keluarga inti saja bisa mencapai 20-an orang!

Menarik untuk mengamati kebiasaan pengguna lewat profile yang mereka tampilkan. Ada yang aktip menambah teman, ada pula melakukan secara selektip dan terkesan tidak asal tambah. Bahkan ada pemain tunggal, tidak berteman sama sekali sejak jadi pengguna. Timbul pertanyaan, untuk apa jadi pengguna bila tidak ingin membangun sebuah pertemanan? Tapi, itu tidak penting. Adalah hak dia untuk menambah seorang teman atau tidak. Barangkali dia punya alasan tersendiri sehingga membiarkan statusnya masih tetap seperti itu.

Bagian paling asyik dalam jaringan pertemanan di Facebook adalah membaca status mau komentar para pengguna. Hanya saja bila mengikuti selera apalagi kalau jumlah teman banyak, waktu bisa habis tersita hanya untuk membaca status teman-teman saja. Belum lagi kalau ingin memberi kometar. Mestinya harus ada strategi atau kiat khusus agar tidak terlalu lama terbenam dalam menjelajahi Facebook yang dapat mengganggu pekerjaan kita sehari-hari.

Perilaku setiap pengguna dalam mengisi persahabatan di Facebook juga beragam. Berdasarkan pengamatan penulis, ada 4 kelompok besar perilaku pengguna, yaitu:

  • Kelompok Pertama, pengguna yang rajin update status dan sebaliknya rajin juga mengomentari status teman-temannya.
  • Kelompok Kedua, pengguna yang rajin update status tapi tidak begitu perhatian untuk mengomentari status teman-temannya.
  • Kelompok Ketiga, pengguna yang jarang bahkan tidak pernah update status, tetapi rajin mengomentari status teman-temannya.
  • Kelompok Keempat, pengguna disamping tidak pernah update status juga tidak pernah  mengomentari  status teman-temannya.

Tentu teman-teman pengguna bisa menilai sendiri masuk dalam kelompok mana. Dari keempat kelompok ini, yang paling bagus tentunya kelompok pertama. Ada komunikasi dua arah, mau meminta dan mau pula memberi sehingga pertemanan menjadi terisi. Kelompok kedua sifatnya relatif menggurui dan terkesan egois. Hanya perduli dengan diri sendiri dan kurang perhatian pada orang lain. Kelompok ketiga terkesan dermawan, hanya mau memberi dan tidak pernah meminta. Dan, kelompok keempat ini kelihatan ingin jadi pemerhati saja. Tidak mau merepotkan orang lain sebaliknya tidak ingin direpotkan. Pengguna yang termasuk kelompok ini cukup banyak di Facebook.

Akhirnya, termasuk kategori manapun Anda tidak menjadi soal. Pertemanan dalam Facebook sifatnya sukarela, tidak ada paksaan. Cuma ada baiknya bila pertemanan itu diisi lewat update status, kirim pesan atau kasih komentar selayaknya orang bertegur-sapa. Tidak perlu memikirkan kalimat yang rumit-rumit untuk dituliskan, cukup seadanya. Apabila tidak punya waktu kasih tanda jempol sudah cukup untuk menunjukkan bahwa kita punya perhatian. So, apa kabar teman-teman Facebooker?

.

Surabaya, 23 Maret 2010 – Oleh Farel M. Sinaga

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: