//
you're reading...
Antariksa, Sains dan Teknologi

20 Tahun Mengorbit, Hubble Ungkap Misteri Semesta

CALIFORNIA (SI) – Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat  (AS) NASA (National Aeronautics and Space Administration) memperingati 20 tahun peluncuran teleskop canggih yang dinamakan Hubble.

Bagi dunia antariksa Hubble memberikan kontribusi yang sangat berarti karena berhasil mengungkap misteri kosmos (semesta). Tepat 20 tahun yang lalu atau pada 24 April 1990, Hubble diluncurkan dengan pesawat antariksa Discovery dari Pusat Antariksa Kennedy di Tanjung Canaveral, Florida AS. Teleskop yang mempunyai misi memetakan semesta ini mengorbit 600 km di atas permukaan bumi. Hubble termasuk satelit dengan orbit yang rendah atau low earth orbiting (LEO).

Selama 20 tahun mengorbit di antara konstelasi bintang, teleskop Hubble masih tetap yang terbaik. Hubble terus merekam pergerakan benda langit lewat potret yang mengagumkan. Untuk memperingati 20 tahun peluncuran teleskop Hubble ini, NASA meluncurkan buku berjudul Hubble: A Journey Through Space and Time. Buku ini berisi tentang temuan telekop Hubble selama 20 tahun mengangkasa.

Direktur misi pengetahuan NASA di Washington, Ed Weiler, menyebutkan buku ini sebagai jembatan untuk mengetahui Hubble. “Temuan Hubble membantu ilmuwan untuk mempelajari jagat raya,” papar Weiler. Pakar astronomi dan profesor astrofisika dari Cambridge University, Lord Rees, menganggap Hubble adalah sebuah karya yang luar biasa bagi kontribusi ilmu pengetahuan. Bagi Rees, Hubble juga mampu membantu untuk menangkap imajinasi orang tentang astronomi.

Tidak diragukan Hubble menjadi teleskop paling berpengaruh yang pernah dibangun. Ini (proyek peluncuran Hubble) juga salah satu yang paling mahal,” katanya. Rees menilai ratusan gambar galaksi yang berhasil diabadikan Hubble sangat penting bagi kepentingan ilmu pengetahuan. Ray Villard dari Space Telescope Science Institute di Baltimore menilai Hubble mampu memberikan sesuatu yang belum pernah manusia lihat.

“Saya tidak akan pernah membayangkan alam semesta yang tampak seperti yang telah mampu Hubble tunjukkan kepada kita,” puji Ray. Ray menambahkan, Hubble tidak hanya mampu menghasilkan beberapa terobosan ilmu pengetahuan, tapi juga telah menghasilkan gambar astronomi yang berhubungan dengan masyarakat dengan cara sangat berbeda. “Saya mendapatkan cerita yang cukup aneh dari orang-orang yang mengatakan bahwa mereka telah melihat hal-hal rohani di dalam foto Hubble,” ujarnya.

Memang, selama mengorbit di antara lingkar galaksi, teleskop yang meminjam nama astronom asal AS Edwin Hubble (1889-1953) ini sukses memotret serangkaian pemandangan semesta yang menakjubkan. Hubble berhasil menangkap gambar nebula Tarantula dan Butterfly yang berpendar kemerahmerahan. Teleskop berbentuk sebuah silinder aluminium dengan lebar 4,3 m dan panjang 13 m ini juga berhasil menangkap gumpalan awan berpijar yang dikenal dengan nebula Carina.

Pada 2010 ini, Hubble kembali unjuk gigi. Teleskop yang setiap hari mengirimkan data 3-5 gigabytes ini mengawali 2010 dengan berhasil menangkap gambar suatu lingkaran galaksi yang terletak jutaan tahun cahaya dari bumi. Galaksi Biru, begitulah ilmuwan NASA menamai temuan Hubble di awal tahun ini. Galaksi dengan semburat biru itu ditemukan 13 miliar tahun setelah terjadinya ledakan dahsyat yang mengawali terbentuknya alam semesta atau Big Bang.

Kesimpulan sementara para ilmuwan NASA, Galaksi Biru mulai terbentuk sekitar 600 juta tahun lampau. Galaksi Biru memiliki luas yang tergolong mungil. Sesuai namanya, galaksi ini memancarkan cahaya biru yang kuat. Warna biru ini diperoleh dari percampuran elemen yang menyelimuti galaksi, yaitu hidrogen dan helium. Pada periode terbentuknya formasi galaksi modern, kedua elemen ini akan menimbulkan warna pelangi.

Sementara warna galaksi temuan Hubble tampil membiru. Itulah sebabnya para ilmuwan memperkirakan Galaksi Biru ini hadir jauh sebelum bintang-bintang besar terbentuk, perlahan meredup, dan akhirnya menjadi bintang mati. Kebanggaan NASA terhadap teleskop Hubble tidak berhenti sampai disini. Beberapa pekan kemudian, teleskop Hubble berhasil merekam bintang berekor atau komet. Benda langit ini terlihat melintas dalam lingkar sabuk planet Mars dan Jupiter.

Prediksi astronom, komet ini lahir akibat tubrukan dua asteroid dalam jarak 90 juta mil dari bumi. Sesaat setelah tubrukan, lahirlah bintang berekor. Gas dan debu menyelimuti komet, lalu menimbulkan cahaya yang terang. Objek tangkapan Hubble ini dinamakan P/2010 A2. Bagi orang awam, komet yang melintas dalam cahaya kebiruan ini tentu indah. Analisis sementara astronom, dua asteroid yang mendahului lahirnya komet adalah asteroid yang sama dengan yang menabrak bumi 65 juta tahun lalu.

Asteroid ini memorak-porandakan kehidupan di bumi dan akhirnya memusnahkan dinosaurus. Hubble adalah perangkat yang istimewa, bukan saja dilihat dari kemampuan dan hasil temuannya, tetapi juga dari sejarah yang melekat pada teleskop ini. Sejarah Hubble dimulai pada 1946. Saat itu, astronom bernama Lyman Spitzer menulis sebuah catatan berjudul “Keuntungan Astronomi atas Penelitian Extraterrestrial (Alien)”.

Lewat catatan itu, Spitzer bicara tentang perangkat tertentu yang sanggup memetakan semesta. Dian ingin manusia mempelajari jagat raya dengan sudut pandang yang berbeda. Menurut Spitzer, teleskop mempunyai peluang untuk melaksanakan tugas ini. Catatan Spitzer tidak pernah diperbincangkan ilmuwan secara mendetail. Catatan Spitzer menjadi fenomenal saat Akademi Nasional Pengetahuan AS mengumumkan proyek terbarunya pada 1962.

Mereka berjanji bakal menciptakan sebuah teleskop yang sanggup memetakan jagat raya dan membantu ilmuwan memecahkan misteri semesta. Ikatan ilmuwan AS lantas menunjuk Spitzer sebagai kepala komite proyek tersebut. Namun, saat itu mereka belum punya rancangan apapun. Akhirnya pemerintah mengajak Pusat Penerbangan Antariksa Marshall (MSFC) untuk mewujudkan teleskop impian.

MSFC bertanggung jawab atas rancangan, pembuatan hingga konstruksi tahap akhir. Sementara tanggung jawab atas operasi keantariksaan diserahkan kepada Institut Pengetahuan Teleskop Antariksa (STScI).

( BBC/guardian/telegraph/wikipedia/anastasia ika)

.

Sumber: Seputar Indonesia

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: